Penyuluh Agama Pamarican

Selamat Datang di Penyuluh Agama Pamarican

Membentuk generasi cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

HUKUM JUAL BELI KULIT HEWAN KURBAN HASIL PEMBERIAN


Ciamis - Pamarican - Salah satu masalah yang sering muncul ketika musim kurban adalah mengenai hukum menjual kulit hewan kurban. Ulama sepakat bahwa menjual kulit hewan kurban bagi mudhahhi atau orang yang berkurban hukumnya tidak boleh. Namun bagaimana jika yang menjual kulit hewan kurban itu adalah penerimanya, apakah boleh menjual kulit kurban hasil pemberian tersebut?

Larangan menjual bagian apa pun dari hewan kurban hanya ditujukan bagi orang yang berkurban. Orang yang berkurbandilarang menjual bagian apa pun dari hewan kurbannya, termasuk kulitnya.

Ini sebagaimana ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Al-Hakim dan Imam Al-Baihaqi dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Saw bersabda:

Barangsiapa menjual kulit hewan kurbannya, maka tidak ada kurban baginya.

Hadis ini berisi larangan menjual kulit hewan kurban, dan larangan tersebut ditujukan kepada orang yang berkurban. Karena itu mudhahhi tidak boleh menjual bagian hewan kurbannya, termasuk kulitnya.

Sementara untuk penerima atau orang yang menerima pemberian kulit hewan kurban, maka para ulama fikih telah menjelaskan mengenai masalah ini. Mereka mengatakan bahwa jika penerima daging kulit hewan kurban termasuk golongan orang-orang fakir dan miskin, maka dia boleh menjualnya.

Hal ini karena daging dan kulit hewan kurban yang diterima orang-orang fakir dan miskin menjadi hak miliksehingga dia berhak dan bebas memanfaatkannya, baik mau dimakan, dijual dan lain sebagainya.

Sementara jika penerima termasuk golongan orang-orang kaya, maka dia tidak boleh menjual daging dan kulit hewan kurban yang diterimanya. Orang kaya hanya berhak menikmati dan menyedekahkan daging dan kulit hewan kurban, dan tidak boleh menjualnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfah Al-Muhtaj fi Syarh Al-Minhaj berikut:

Bagi orang fakir boleh memanfaatkan hewan kurban yang diterimanya (secara bebas), meski dengan semisal menjualnya kepada orang Islam, sebab ia memiliki apa yang diterimanya. Berbeda dengan orang kaya, ia tidak diperkenankan menjualnya, tetapi ia hanya diperbolehkan mengalokasikan hewan kurban yang diberikan kepadanya dengan semisal makan, sedekah, dan menghidangkan meski kepada orang kaya, sebab puncaknya ia seperti orang yang berkurban itu sendiri.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan di atas dapat diketahui bahwa jika penerima daging atau kulit hewan kurban adalah termasuk orang fakir atau miskin, maka dia boleh menjualnya. Namun jika penerima termasuk orang kaya, maka dia tidak boleh menjualnya.

Doa Menyembelih Hewan Kurban

 Doa Menyembelih Hewan Kurban

Ketika kita hendak menyembelih hewan kurban, maka kita dianjurkan untuk membaca doa menyembelih hewan kurban terlebih dahulu.Dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahba Al-Zuhaili menyebutkan bahwa rangkaian doa menyembelih hewan kurban ini terdiri dari basmalah, shalawat atas Rasulullah Saw, takbir dan kemudian doa permohonan agar kurban diterima oleh Allah.


Syaikh Wahba Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu menjelaskan doa menyebelih hewan kurban.


وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْد. اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ /مِنْ فُلاَن كَمَا تَقَبَّلْتَ مِنْ اِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِكَ.


Aku menghadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukanNya, dan aku termasuk golongan orang muslimin.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan kelurganya. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala puji. Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu, dan melalui hewan ini pula mendekatkan diri kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dariku/dari fulan (sebut nama orang yang berqurban), sebagaimana Engkau menerima dari Nabi Ibrahim, kekasih-Mu.


Semoga bermanfaat untuk semuanya...

PENGERTIAN KATA TALAK / CERAI

 PENGERTIAN KATA TALAK / CERAI


silahkan di simak

Seribu kali istri minta di cerai, sebelum suami bilang "Oke", masih sah Suami-Istri.

Tapi sekali saja, Suami keluar kata Cerai, walaupun maksudnya becandaan, maka jatuhlah Talaknya,,,,

Olok olok ngaku bujangan di depan orang lain, jatuh pula lah CERAI nya,,,

Tak sengaja berucap, sana balik ke Bapak Ibu mu, itupun telah jatuh CERAI.

Begini,,,,,,

PENGERTIAN TALAK (cerai)

Mungkin kata "CERAI " itu sudah terlalu sering kita dengar, meski kadang kita tidak tau apa sebenarnya arti talak itu..

Pertama2 kita bahas soal perbedaan antara TALAK dan CERAI

Cerai dan talak adalah artian yang sama. Talak adalah bahasa arab sedangkan cerai adalah bahasa indonesia.

TALAK adalah: pelepasan akad Nikah dengan lafal talak atau yg semakna dengan itu.

Talak dalam islam adalah halal tapi sangat di benci sama Allah.

Nabi muhammad saw bersabda : ABGHADUL HALALI ÌNDALLAHI TALLAK. Perbuatan halal tapi paling di benci Allah adalah talak (HR. Abu daud)

MACAM MACAM TALAK

1. TALAK RAJ'IAH 

yaitu : talaq satu dan talaq dua di sebut talak raj'iah. Karena suami bisa rujuk kembali, dan masa iddah belom habis.

2. TALAK BA'IN 

yaitu : talak tiga, jika suami tidak dapat rujuk, walaupun masa iddah belom habis, talak tiga sering di sebut talak ba'in kubra.

LAFADZ/ UCAPAN TALAK.

▪TALAK SHAR'IH 

yaitu : talak dengan lafadz yang jelas dan terang.

Misalnya suami berkata pada istrinya. "KAMU SAYA CERAI" atau "KAMU SAYA TALAK"

Talak semacam ini di niati atau tidak, 

maka talak sudah jatuh dan haram untuk bercampur.

▪TALAK KINAYAH 

yaitu : talak dengan lafadz sindiran. Misalnya suami berkata pada istrinya

"PERGI KAU DARI SINI" atau "PULANG KERUMAH ORANG TUAMU" talak seperti ini jatuh kalau di niati talak. Tetapi jika tidak di niati maka talak tidak jatuh. Dan halal untuk di campur.

TALAK KIAS

Talak jatuh apabila: 

Suami mengaku bujang. Misalnya ada suami yang suka ke wanita lain untuk menyembunyikan setatus aslinya.

PIDATO PELEPASAN JENAZAH ( HALAL BIHALAL ) BAHASA SUNDA

 PIDATO PELEPASAN JENAZAH ( HALAL BIHALAL ) BAHASA SUNDA



CONTOH TEKS PIDATO PELEPASAN JENAZAH / HALAL BIHALAL DALAM BAHASA SUNDA

Setelah di shalatkan, Sesaat sebelum Jenazah dibawa ke tempat pemakaman untuk dikebumikan, biasanya ada upacara Pelepasan Jenazah atau juga biasa disebut Halal bilhalal. Ini merupakan Upacara / Pidato yang di bawakan oleh pihak keluarga Almarhum / mah atau orang yang mewakilinya, bisa aparat desa, tokoh masyarakat, atau sesepuh di tempat tersebut. Pidato / Upacara pelepasan jenazah ini Sebagai ungkapan atau kata-kata terakhir sebelum jenazah dibawa ke pemakaman, Biasanya Upacara Pelepasan jenazah berisi Permintann maaf untuk Almarhum / mah, juga terkait dengan urusan Utang piutang antara jenazah dengan orang lain ( jika ada )

oke, langsung saja berikut ini adalah salah satu contoh pidato pada upacara pelepasan jenazah atau halal bihalal dalam bahasa sunda

Muqadimah bisa disesuaikan tergantung kenyamanan yang biasa dibawakan.



CONTOH PIDATO PELEPASAN JENAZAH DALAM BAHASA SUNDA


Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalamualaikum wr.wb


Alhamdulillah, Wasyukurillah,

Washolatu wassalamu ala rosulillah,

Sayyidina wamaulana Muhammad ibni Abdillah,

Wa 'ala alihi wasohbihi wamawwalah,

Lahaula walaquwwata illa billah

Amma ba’dah

Innalillahi wa innaillaihi roji’uun



Hapunten sateuacana, ka para sepuh, pini sepuh, para alim para ulama, para asatidz, tokoh agama sareng tokoh masyarakatna, umumna Hadirin wal hadiroh Jamaah ahli ta’ziah anu sami kempel di ieu patempatan, Simkuring neda widi kangge ngadeg cumarios dipayuneun para wargi sadaya, salaku wawakil ti atas nami kulawargi Almarhum/Almarhumah............. ( sebutkan namanya )

Sakumaha nu kauninga ku urang sadaya, kinten-kinten tabuh 6 enjing tadi salah sawios kulawargi urang, saderek urang, tatanggi urang nyaeta Bapak/Ibu.... ( sebutkan namanya ) parantos ngantunkeun urang sadaya, Anjeuna parantos dugi kana waktosnna dicandak kunu kawasa, dipundut kunu kagungan, mulih kajati mulang ka asal, kembali menghadap sang pencipta nyaeta Allah SWT.

Nanging teu aya lepatna upami urang tipayun tetep manjatkeun Puja puji sinareng syukur ka dzat anu maha kawasa nyaeta Allah SWT, anu dugi ka danget ayeuna masih ngalimpahkeun nikmat sareng karunia na kangge urang sadaya, diantawisna Nikmat Iman sinareng Islam, sareng nu karaos ayeuna, anu nyata nyaeta Nikmat Yuswa anu panjang oge nikmat sehat jasmani sareng ruhani, anu karaos ku urang sadaya khususna jamaah ahli takziah, sahingga urang sadaya masih tiasa angkat, takziah kadieu ka bumina ( sebutkan namanya ) dina kaayaan sehat wal'afiat, teu kirang suatu apapun..

Solawat miwah salam henteu kakantun pamugi salalamina tetep dilimpah curahkeun, di kucur lungsurkeun ka panutan urang sadaya Habibana wanabiyyana Muhammad SAW, ka sadaya Kulawargina, ka para sohabatna, para tabiin tabi'atna, oge ka urang sadaya salaku umatna, unu pamugi pageto di yaumul akhir urang tiasa kenging safaatul uzma ti mantena, Amiin yra.

Para sepuh, Hadirin walhadiroh, jamaah ahli takziah anu sami dimulyakeun Allah.

Sakumaha nu kauninga ku urang sadaya, rehna tadi enjing kinten-kinten tabuh 6 enjing, sepuh simkuring nyaeta Bapak/ibu.... Parantos ngantunkeun, tepatna dina usia ( sebutkan ) enjing tadi anjeuna dugi kana waktosna dicandak deui ku nu kagungan, saparantos sateuacaana anjeuna teu damang kinten-kinten 5 dinten lamina.

Ayeuna alhamdulillah jenazah Almarhum/mah parantos rengse di ibakan, sareng di kaffanan, salajengna kantun dicandak ka pemakaman kangge dikurebkeun.

Nanging sateuacana ieu jenazah dicandak ka pemakaman kangge dikurebkeun, aya sababaraha hal nu bade didugikeun ti atasnami kulawargi Almarhum/mah.

Nukahiji nyaeta ucapan haturnuhun anu sa ageung-ageungna ka para wargi saderek ahli ta’ziah sadaya, anu parantos ngabantos ka simkuring sakulawargi, Bantosan mangrupi bantosan Emutana, tanagina, Moril sareng Materilna katampi pisan ku sim kuring sakulawargi, ti kawit almarhum/mah ngantunkeun tadi enjing, saderk-saderek anu mulasara mulai memandikan, mengkafani, dugi ka nyiapkeun kangge kuburana di pemakaman, tangtosna eta kasaean bantosan anu katampi tur karaos pisan ku simkuring sakulawargi, Hapunten manawi sim kuring henteu tiasa ngawales ku kasaean anu setimpal, simkuring mung tiasa manjatkeun doa ka Allah SWT, pamugi sadaya kasaean para bapa, para ibu saderek sadaya tiasa dijanteneun hiji catatan amal ibadah kangge para bapa, para ibu saderek sadaya, oge salajengna pamugi tiasa ngadongkapkeun Ganjaran pahala, sareng kaberkahan anu berlipat ganda kangge para bapa,ibu saderek sadaya, Amiin Yra.

Salajengna anu kadua anu aya patula-patalina sareng Almarhum/mah, khususna anu aya kaitana sareng Hak adami. Hablumminannas Hubungan almarhum/mah sareng papada jalmi.

Salami jumenengna tangtosna Almarhum/mah  salaku mahkluk sosial biasa berhubungan sareng para bapa/ibu saderek sadaya, biasa natanggi, ruang riung, ngobrol dugi ka  sisiwo sareng saderek sadaya, Bilih atuh kantos aya ucapan atanapi tindakan ti Almarhum/mah anu matak ngaraheutkn manah saderek sadayana, anu sengaja atanapi hnteu disengaja, Sim kuring dina leresan ayeuna bade nuhunken pangapunten ti sadayana.. Manawi dihapunten muhun..??? ( ditanyakan ke jemaah dan tunggu jawabanya ) Haturnuhun pamugi ieu ikrar tipara wargi, ngahapunten tina sadaya kalepatan Almarhum/mah salami jumenengna tiasa janten hiji saksi anu ngaringankeun hisab anjeuna di alam kuburna.

Salajengna neraskeun tinu tadi, Almarhum/mah salaku mahluk sosial, anu sok natanggi, sok unjang anjang ka rorompok tatanggi atanapi saderek sadaya, Bilih atuh dina waktos unjang-anjang na teh Aya katuangan atanapi leueuteun anu ka tuang kaleueut ku anjeuna sateuacan di halalkeun kunu gaduhna, atanapi pernah nyandak buah-buahan anu murag, teras sami katuang ku anjeuna sateuacan dihalalkeun ku nu gaduhna. Dina leresan ieu oge sim kuring bade nuhunkeun dihalalkeun ku para wargi saderek sadaya. Manawi tiasa dihalalkeun.?? ( ditanyakan ke jemaah dan tunggu jawabanya ) Alhamdulillah.. haturnuhun, pamugi ikrar Halal ti para wargi ieu oge tiasa janten saksi anu ngaringankeun hisab anjeuna.

Anu salajengna, masih aya kaitana sareng Hak adami, Bilih Almarhum/mah salami jumenengna pernah ngagaduuhan sametan, hutang dina bentuk artos, atanapi barang, bilih atuh pernah jajan atanapi balanja ka warung anu teu acan kabujeng dibayaran ku anjeuna, Anu sakintena henteu matak nga abotkeun kangge para wargi saderek ngaikhlaskeun sareng ngaridokeuna, Dina leresan ieu oge sim kuring bade Nuhunkeun di ikhlaskeun sareng di ridhokeun. Manawi tiasa di Ikhlaskeun.?? ( ditanyakan ke jemaah dan tunggu jawabanya ) ridho.?? ( ditanyakan ke jemaah dan tunggu jawabanya ) Alhamdulillah pamugi ikrar ieu saleres-leresna tiasa ngajantenkeun Almarhum/mah maotna tos teu nyandak sametan utang-piutang deui,

Nanging bilih atuh eta sametan, utang Almarhum/mah ieu lumayan ageung nilaina, dugika karaos abot kangge para wargi saderek nga ikhlaskeuna, Mangga sim kuring sakulawargi, Caroge/Istri sareng para putrana terbuka, siap kangge ngabadentenkeuna, sareng kangge ngaberesana. Mangga geura sumping wae ka rorompok simkuring kangge ngabadantenkeuna.

Anu terakhir panginten, ieu hubunganna Hablumminalloh, hubungan Almarhum/mah sareng Alloh SWT, sim kuring dina leresan ieu neda ka ikhlasanana, neda ziad pidua ti sadayana, hayu sasarengan urang doakeun pamugi Almarhum/mah ngantunkeuna aya dina kaayaan husnul hotimah, anjeuna ngantunkeuna nyandak catatan amal pahala, di tampi iman islamna, ditampi sadaya amal ibadahna, di hapunten sadaya dosa-dosana, di lapangkeun tur dicaangkeun di alam kuburna, oge di angken salaku umatna kanjeng nabi Muhammad SAW, sareng tiasa di tempatkeun di tempat anu pang sae-saena mungguh Allah SWT. Amiin, Amiin ya robbal alamiin..

Atuh ka kulawargi anu dikantunkeuna, pamugi aranjeuna dipaparin kakiatan, sareng kasabaran tiasa mayyunan musibah ieu.

Salajengna manawi sakantenan ngunikakeun rehna kulawargi oge bade ngayakeun acara tahlil dugi ka tujuh dintena, atuh dina leresan ieu oge sakantenan simkuring ngangkir ka para sepuh, wargi saderek sadaya kangge sasarengan urang Tahlil anu waktosna bade dilaksanakeun ba'da shalat isya tempatna di rorompok simkuring.

Sakitu panginten anu kasanggem ti sim kuring salaku wawakil ti atas nami kulawargi, Hapunten bilih dina cara ngadugikeuna seueur kakirangan sareng kalepatan, tina ucapan sareng tindakan-tindakan simkuring, tawakuf neda sihapunten nu sa ageung-ageungna.

Wallohul muwafiq illa aqwamitthorik, wabillahi taufik walhidayah, wassalamualaikum wr,wb. 

Nah itulah contoh pidato pelepasan jenazah / halal bihalal dalam bahasa sunda yang bisa saya tulis.

tinggalkan komentar untuk koreksi atau Kritik & Saranya :) 

Lima hadits Nabi SAW yang mengingatkan umatnya tentang Akhlak

 Lima hadits Nabi SAW yang mengingatkan umatnya tentang Akhlak


Lima hadits Nabi SAW yang mengingatkan umatnya tentang Akhlak

Berikut adalah Lima Hadits hadits Nabi Muhammad SAW yang mengingatkan tentang umatnya tentang Akhlak.

Pertama 

إذا كنتم ثلاثة فلا يتناجى اثنان دون صاحبهما؛ فإنّ ذلك يحزنه


"Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang dari kalian berbisik tanpa menyertakan orang ketiga, sebab hal itu akan membuatnya sedih" (HR Ibnu Majah).


Kedua 

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرَ الْغَالِي فِيْهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ


"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati seorang muslim yang beruban (sudah tua), pembawa Alquran yang tidak berlebih-lebihan padanya (dengan melampaui batas) dan tidak menjauh (dari mengamalkan) Alquran tersebut, serta memuliakan penguasa yang adil." (HR Abu Dawud).


Ketiga

إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا لَنَا مِنْ مَجَالِسِنَا بُدٌّ نَتَحَدَّثُ فِيهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ» قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ؟ قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ 


"Hendaklah kalian menjauhi duduk-duduk di pinggir jalan. Para Sahabat berkata: "Kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami untuk bercakap-cakap". Rasulullah ﷺ berkata: "Jika kalian enggan (meninggalkan bermajelis di jalan), maka berilah hak jalan". Sahabat bertanya: "Apakah hak jalan itu?" Beliau menjawab: "Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran." (HR Bukhari dan Muslim).


Keempat 

Seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ terkait islam yang baik, maka beliau menjawab تطعم الطّعام، وتقرأ السّلام على من عرفت ومن لم تعرف "Kamu memberi makan, menebarkan salam baik terhadap orang yang kamu kenal maupun terhadap orang yang tidak kamu kenal" (HR Bukhari).


Kelima 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى


 Dari Jabir bin 'Abdullah RA bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli dan juga orang yang meminta haknya". (HR Bukhari).

ROAD TO PPPK KEMENAG 2022 ASN,PNS DAN PPPK

ROAD TO PPPK KEMENAG 2022 ASN,PNS DAN PPPK

Gimana kabar teman2 semua? semoga keberkahan dan kesehatan menyertai kita semua. Amiin.


ASN atau Aparatur Sipil Negara adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan kerja (PPPK)  yang bekerja di instansi pemrintah. Profesi ini tak jarang menjadi incaran bagi banyak orang. PNS yaitu pekerja tetap sedang PPPK yakni mereka yang bekerja di instansi pemerintah dengan masa kontrak kerja. Lebih  diuntungkan jika anda diterima sebagai PNS, tapi PPPK juga tak kalah kereen..


Menjadi ASN adalah suatu kebanggaan tersendiri. Karena profesi ini mensyaratkan komitmen, integritas moral dan kompetensi yang diperlukan dalam bidang tugasnya. ASN terikat oleh nilai-nilai dasar, kode etik dan prilaku sehingga ia tidak boleh 'macam-macam' dengan profesinya. 


Pasal 4 UU no.4 tahun 2014 menyatakan bahwa ASN harus memiliki nilai-nilai dasar seperti memegang teguh idiologi pancasila, setia pada UUD 1945 dan menyukseskan kebijakan-program pemerintah. 


Dari sini dapat diambil poin, jika menjadi ASN adalah menjadi agen-agen anti radikalisme. Idealnya begitu, jika kemudian ada PNS yang menentang pemerintah dan menjadi radikalis, itu hanya 'oknum-oknum' yang keliru memahami nilai-nilai dasar ASN. Dibina lagi atau jika tidak mau yaa.. 'dibinasakan'.


Banyak yang 'berebut' menjadi PNS, karena PNS (menurut UU) berhak mendapatkan mendapatkan beberapa keistimemewaan seperti mendapat gaji,tunjangan dan fasilitas. Mereka juga berhak mendapatkan cuti, perlindungan jaminan pensiun dan jaminan hari tua serta memperoleh peluang untuk mengembangkan kompetensinya. 


Sedikit berbeda dengan PPPK. Pegawai PPPK berhak mendapatkan gaji,tunjangan, cuti, perlindunagan dan pengembangan kompetensi. PPPK tidak mendapatkan jaminan pensiun dan jaminan hari tua. 


Pada tulisan ini, saya lebih kearah pada manajeman PPPK ya. Semata-mata karena,disamping posisi saya dan teman-teman penyuluh agama sendiri sebagai pegawai Honorer yang kabarnya digadang-gadang bisa menjadi pegawai PPPK. 


Tujuannya agar sama-sama tahu dan sama-sama untuk sharing soal PPPK. Sumber tulisan ini disarikan dari UU No.4 tahun 2014 tentang ASN c.q PPPK agar punya landasan hukum yang jelas soal pengembangan karier PPPK. 


Setiap warganegara punya kesempatan sama melamar menjadi calon PPPK setelah memenuhi persyaratan. Tidak pandang buku, setiap calon PPPK harus melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan,seleksi, pengumuman hasil seleksi dan jika lulus diangkat menjadi PPPK.


Masa perjanjian paling singkat PPPK adalah 1 tahun, tetapi jangan hopeless ya..karena bisa diperpanjang sesuai kebutuhan dan penilaian kinerja. Kuncinya adalah "Penilaian Kinerja". Karena PK ini diliat dari pencapaian individu dan organisasi dengan memperhatikan target,sasaran,hasil, manfaat yang dicapai dan perilaku pegawai PPPK.


Kunci yang lain yaitu 'team work". Karena salah satu unsur penilaian dalam bekerja, nantinya adalah mempertimbangkan pendapat rekan kerja setingkat dan dibawahnya. Menjadi PPPK mengutamakan kerjasama antar sesama tim. PPPK yang setelah dinilai oleh tim penilai kinerja PPPK dan atasan tidak memenuhi target yang telah disepakati dalam perjanjian kerja, maka akan diberhentikan dari PPPK. 


PPPK berhak atas gaji dan tunjangan serta pengembangan profesi. PPPK yang menunjukkan kesetiaan, kecakapan dan prestasi kerja akan mendapatkan penghargaan. Penghargaan bisa berupa tanda kehormatan,prioritas pelatihan dan kesempatan menghadiri acara resmi dan atau acara kenegaraan.


Pemerintah wajib melindungi PPPK berupa pemberian bantuan hukum dalam perkara yang dihadapi di pengadilan terkait pelaksanaan tugasnya. Jaminan seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan kesehatan menjadi tanggung jawab pemrintah terhadap PPPK. Enak juga bukan..?!


..bersambung.

CARA MENGAJUKAN SERTIFIKAT HALAL SELF DECLARE

CARA MENGAJUKAN SERTIFIKAT HALAL SELF DECLARE


CARA MENGAJUKAN SERTIFIKAT HALAL SELF DECLARE

Ada dua skema pengajuan sertifikat halal terkait ketentuan tarif bagi pelaku UMK yang diamanatkan oleh UU dan Peraturan Pemerintah,yaitu Self declare dan Reguler. Melalui skema self declare, biaya permohonan sertifikasi halal dikenakan tarif nol rupiah atau gratis.Sedangkan untuk layanan sertifikasi halal lewat jalur reguler, biaya dibebankan kepada pelaku usaha.


Pada kali ini saya akan men-share cara mengajukan Sertifikat Halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Self Declare, berdasarkan pengalaman yang saya lakukan.

1. Pelaku usaha (PU), 

pertama-tama harus memastikan bahwa produk dan proses produksi nya itu halal dan bahannya dapat dipastikan kehalalannya. Pastikan alat, bahan, sarana produksi higienis, bersih dan tidak tercampur hal-hal yang tidak halal. Misalnya pelaku usaha minuman sinom, kripik tempe, tahu krispi dll.


2. Pelaku Usaha menyiapakn KTP dan NPWP. 

Jika belum punya NPWP, maka PU bisa mengurusnya terlebih dahulu. Bisa lewat onlie, bisa datang langsung ke Kantor Pajak.


3. PU memiliki NIB (Nomor Izin Berusaha). 

NIB-pun bisa diurus dengan cara online. NIB harus diurus dahulu sebelum mengajukan Sertifikat Halal


4. PU menyiapkan KTP,NPWP,NIB dan Tandatangan pemilik. 

Masing-masing difoto untuk nanti diberikan ke petugas Pendamping


5.Pelaku Usaha menyiapkan Data diri dan mendaftar lewat akun si-Halal

 Pelaku Usaha menyiapkan Data diri dan mendaftar lewat akun si-Halal (ptsp.halal.co.id). Pelaku usaha mennyiapkan identitas sebagai berikut:

- Nama Perusahaan

- Nama Produk dan merk dagang (jika ada)

- Nama Pemilik Usaha

- Alamat Usaha

- No Hp dan e-mail pemilik usaha

- Alamat produksi (Pabrik) dan Outlet jika berbeda. tetapi jika sama cukup satu alamat saja

- Nama Penyelia Halal+KTP

- Foto produk yang didaftarkan


6. PU menuliskan Daftar Nama Bahan. 

Conto Nama Produk: gado-gado. Maka Pu menuliskan daftar bahan-bahan saja yang diperlukan untuk membuat gado-gado.Mis: kentang,tomat,kubis,selada,telur,kacang, bawang merah,bawang putih,lontong, kecambah, tahu,tempe,minyak goreng dll. 


Intinya SEMUA bahan yang dibutuhkan untuk membuat menu tersebut,tanpa terkecuali. Daftar Nama Bahan ini nantinya akan diberikan ke petugas pendamping PPH.


7. Proses Produksi. 

Pelaku usaha menulis langkah-langkah membuat menu/produk tersebut. Mulai dari persiapan bahan-bahan, pencucian bahan-bahan,cara memasak, hingga menghasilkan produk, kemudian cara mengemas/penyajian juga harus ditulis. Seperti anda membaca buku resep masakan, mirip seperti itu, yakni bagian langkah-langkah memasak.  


8. Diagram. 

Pelaku Usaha menulis diagram alur dari langkah no.7 (diringkas dlm bentuk diagram).ini sebagai  bahan untuk melengkapi dokumen SJPH


9. Setelah semua lengkap, 

Pelaku Usaha menyerahkan dokumen tersebut ke Petugas Pendamping PPH. Petugas pendamping PPH akan mengecek kelengkapan dokumen, menanyakan  hal-hal yang dianggap kurang jelas. Namanya juga pendamping, maka petugas Pendamping PPH akan mendampingi bapak/ibu pelaku usaha untuk proses pengajuan sertifikat.


10. Setelah dokumen dinyatakan lengkap,

 maka Petugas Pendamping PPH akan melakukan verfikasi dan validasi (verval), dan jika sudah diverval maka petugas pendamping PPH akan merekomendasikan permohonan SH pelaku usaha kepada BPJPH (lewat online). Dokumen tersebut akan diperiksa oleh Auditor Halal dana LPH sebelum ke tangan BPJPH.


11. Pemeriksaan oleh BPJPH

BPJPH akan memeriksa dokumen SJPH, manakala ditemukan ketidaklengkapan/kekurangan/kekeliruan maka BPJPH akan mengembalikan dengan memberi catatan perbaikan ke pendamping PPH untuk disempurnakan. 


12. Proses perbaikan jika terjadi kesalahan

Setelah diperbaiki dan tidak ada yang keliru, BPJPH akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen (STTD). STTD ini sebagai bukti bahwa, dokumen yang diajukan sudah memenuhi syarat kelengkapan SJPH oleh BPJPH. 


13. Lanjut ke BPJPH

Dari BPJPH, Dokumen tersebut diantrikan untuk mendapatkan keputusan halal melalui Sidang Fatwa MUI.


14. Proses sidang fatwa MUI 

Setelah sidang fatwa MUI menetapkan kehalalan produk, maka BPJPH akan menerbitkan Sertifikat Halal Pelaku Usaha.


15. Pelaku Usaha mengunduh Sertifikat Halal.

Pelaku Usaha bisa mengunduh Sertifikat Halal dan menyimpannya.

16. Setelah mendapat SH

pelaku Usaha wajib melampirkan label halal pada produk yg didaftarkan. Label halal berisi logo dan nomor sertifikat halal.Selesai

Demikian berdasar pengalaman saya sebagai petugas pendamping PPH. Materi ini sharing pengalaman..dan jika ada pertanyaaan silahkan inbox..jika saya bisa jawab saya jawab..jika tidak bisa nanti saya tanyakan tim PPH surabaya.